Road to IM

by mylittlecanvas

IM. Saya mendengar tentang program itu saat berada di tingkat 4. Program yang menarik, pikir saya, terlepas dari kepentingan politik atau kabar kesenjangan yang turut menyertai berita baik itu. Bukankah memang lebih baik berhenti mengecam kegelapan dan nyalakan lilin?

IM angkatan V saya sempat membuat akun, walaupun akhirnya tidak mengisi karena belum lulus. Saat pendaftaran angkatan VI dibuka, tanpa ragu saya mengirim aplikasi. Selain masih luntang-lantung ga jelas, mengajar dan keliling Indonesia adalah passion saya. Jadi, kenapa tidak?

15 Desember 2012 adalah deadline pendaftaran, saya mengirim aplikasi h-1, dasar deadliners seperti biasa, haha. Sekian lama tidak ada kabar, suatu hari teman saya, mbah Sapto, mengSMS di siang bolong :

Mbah : “Kak Lau, temenku sudah dapat pengumuman lolos tahap I IM, kaka dapat nggak?”

Aku *dengan semangat cek email, dan nihil* : “Yah, nggak dapet email apa2 Mbah. Mbah dapat?”

Mbah : “Nggak juga kak, tapi kemarin isinya memang ga maksimal.” … dan dilanjutkan percakapan tentang rubel, TA, dst.

—- Beberapa jam kemudian …. Ada dong emailnyaa!!! Hurray!! Isinya memberitahukan lolos ke tahap Direct Assessment (DA) plus lampiran jadwal DA di Jakarta. Untunglah saya dapat tanggal 9 Januari, pas setelah pulang dari Merbabu dan sebelum berangkat ke Art Stage. Lucky! 😀

9 Januari 2013

Jeng jeng! Tahap DA! Untung sehari sebelumnya sudah kesini cari2 tempat jadi ga pake telat. Saran saya sih mending cari dulu sebelumnya, soalnya agak-agak susah ditemui, seperti rumah biasa dengan lambang IM di pagarnya.

Saat saya datang baru ada dua orang peserta, Rena dan Sely. Kemudian mulai bertambah Dimas, Tella, Zanti, dan lainnya. Orang-orangnya asyik2, dan suasana jadi ramai walau kami baru perdana bertemu. Kami ber-17 dibagi menjadi 3 kelompok, saya sekelompok dengan Dimas, Septi, Zanti, Munadi, dan Ofa. Seharian kami melalui berbagai macam tes, saya nothing-to-lose menjalaninya, yang penting berusaha semaksimal mungkin. Tidak terasa aura persaingan, malah semua saling menyemangati satu sama lain. Tesnya pun santai dan menyenangkan, malah sangat menghibur saat simulasi mengajar. Entah kenapa jadi inget masa-masa ospek dulu digangguin swasta2 iseng, haha. Selesai tes kami berpisah, saling berjanji untuk bertukar kabar, dan balik ke tempat masing-masing.

7 Februari 2013

“Kak, ada yang sudah dapet kabar diterima!” Sms Sely masuk saat saya baru tiba di Jakarta. 2 minggu kemarin saya memang sedang berpergian, dengan harap-harap cemas mengecek email setiap mendapat sinyal wifi, dan tetap tidak ada email baru dari IM.

“Oiya? Siapa aja Sel yang dapat kabar? Kamu gimana?”

“Adit katanya sudah lolos kak, aku belum.”

“Sama aku juga, kita berdoa yang terbaik aja deh Sel.”

Selama beberapa hari saya menanti dengan was-was, senang sekaligus agak desperate tiap mendengar kabar baru. Dimas bilang Maryati, Luki, dan Rena juga lolos. Wah, sudah 4 orang lolos dari hari saya, dan kesempatan semakin kecil. Saking penasarannya saya sampai menelepon ke IM, dan dijawab kalau biasanya pengumuman dilakukan serentak. DEG! Ya sudahlah, kalau tidak dapat tinggal coba lagi di IM berikutnya. Yang penting jangan menyerah!! \m/

8 Februari 2013

Kak Inun bilang dia ditelpon IM sebagai referensi buat saya. Wah!! Harapan kembali timbul!

12 Februari 2013

Iseng-iseng search ‘pengajar muda’ di twitter, dan… ada yang baru dapat pengumuman lagi!! Hufftt,, email yahoo masih belum ada tanda-tanda positif. Di-refresh berkali-kali pun tak ada perubahan.

Lalu saya membuka gmail, maksudnya mau ngecek email indorunaway, tapi masih log in ke akun saya. Eh tunggu dulu, itu.. itu… ADA EMAIL DARI IM!!!! Isinya memberi tahu kalau saya lolos ke medcheck!! KYAA!! Amazing sekali! Saya sama sekali tidak pernah menggunakan akun gmail untuk IM, dan selama ini email dari IM selalu masuk ke yahoo saya. Ga nyangka setelah hopeless dapat kejutan aneh ini! X)

Maret 2013

Minggu ini akhirnya saya resmi menjadi pengajar muda. Bahagia sekaligus deg-degan menjalani apa yang ada di depan sana. Syukurlah saya memiliki keluarga yang selalu mendukung apapun keinginan saya, asal saya bertanggung jawab atas segala konsekuensinya. Syukurlah juga saya memiliki orang-orang hebat dan malaikat-malaikat kecil yang mengajari banyak hal di sekitar saya. Makasih semuanya! 😀 Semoga saya bisa amanah, dan terus berkesadaran terhadap kondisi sekitar. Seperti tagline IM : Setahun Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi!

Advertisements