New Year @Merbabu! – Lost and Found

by mylittlecanvas

Setelah H-2 minggu rencana, pergantian personel yang cepat, para hoax-er, persiapan terburu-buru, kalang kabut mencari transport ke Jogja, akhirnya TARAHHH!!!! Terkumpullah 11 makhluk hidup yang konkrit ingin menjelajah Merbabu. 7 dari kami naik bus ekonomi menuju Klaten, 3 naik bus ekse ke Magelang, sementara 1 sisanya langsung bertemu di Wekas. Dadan, Pungky, dan Iki dengan MTnya memilih bus ekse berAC, untunglah ternyata bus ekonomi kami malah lebih bagus dari bus mereka, haha!

29 Desember 2012

Berangkat! Tabiat ngaret yang sudah mengakar, plus seseorang yang di saat-saat terakhir memaksakan diri mengambil sepatu pesanan ke Braga membuat kami nyaris terlambat sampai ke pul bus. Beruntung si bus pun menderita penyakit yang sama, dan kami baru meninggalkan pul sejam lebih telat dari jadwal.

Bus ekonomi Bandung-Klaten (Bandung Express) : Rp 70.000,-

Bus eksekutif AC Bandung-Jogja (Nusantara) : Rp 125.000,-

30 Desember 2012

Setelah perjalanan lebih kurang 13 jam, jam 7 pagi kami turun di Jombor (2 jam sebelum Klaten), kemudian dilanjutkan dengan bus menuju Magelang (Rp 8.000/orang). Di Magelang akhirnya kedua rombongan berkumpul! Dari Magelang kami naik bus Magelang-Kopeng menuju Koponan, tempat dimana jalur pendakian Wekas dimulai. Rencana kami ingin naik melalui Wekas, turun lewat selo pas Tahun Baru dan dilanjutkan mendaki Merapi bila masih ada tenaga.

Bus Magelang-Koponan : Rp 5.000,-/orang

Tiket masuk Merbabu : Rp 4.000,-/orang

IMG_0019

IMG_0031

Isi bus yang tumpah ruah tak manusiawi. #Indonesia

Di dalam bus yang penuh sesak kami berjumpa dengan pendaki lain, Simbah namanya. Dia pun memutuskan untuk bergabung bersama kami, sebuah keputusan yang akan sangat menolong di masa depan. 😀 Sekitar jam 12 siang kami sampai di Koponan. Kami berjalan ke pos pendakian. Ternyata jalur cukup terjal, di tengah jalan beberapa dari kami naik ojek sampai atas, sementara sisanya terjebak insiden citato-hujan besar-ponco di dasar tas, dan akhirnya menumpang pick up sampai pos dalam keadaan basah kuyup, heheu.

IMG_0058

Gerbang jalur Wekas

IMG_0068

Jalan menuju pos

Tadinya kami berencana menginap di pos semalam, namun simbah mengajak untuk langsung naik. Jam 4 sore kami memulai pendakian bersama rombongan 3 anak UPI yang kami temui di pos.

IMG_0076

Ines-Agus-Simbah-Dadan-Memes-Laura-Iki-Isal-Virman-Madi-Pungky-Dini-Galih-Bagas

IMG_0101

Yak! Satu dua tiga berangkattt!!!!

IMG_0077

Jalur Wekas adalah jalur terpendek di Merbabu, namun jalur ini cukup melelahkan. Rutenya terus menanjak nyaris tanpa jeda. Fisik pun terasa terkuras dengan cepat. Tanahnya lembap dan enak untuk dinaiki, musim hujan membawa kabut yang selalu mengelilingi kami, beberapa kali menjadi hujan deras yang membuat semuanya basah.

IMG_0105

Perjalanan kami lambat. Beberapa teman yang perdana naik agak syok dengan cuaca dingin serta tipisnya udara. Karena hari sudah mulai gelap, kami pun terpisah menjadi 3 kelompok. Saya, Isal, Virman, Simbah menjadi tim pendahulu untuk mendirikan tenda dan memasak makanan hangat. Kurang lebih 3 jam perjananan kami sampai di pos 2. Kelompok kedua menyusul jam 8 malam. Kami sempat panik saat ada rombongan lain datang dan mengatakan bahwa sisa teman kami memutuskan untuk turun. Gawat! TRANGIA DAN DUA TENDA ADA DI MEREKA!! Dan kami tidak mungkin turun saat itu juga. Untunglah Simbah dan teman-teman UPI sangat menolong kami. Mereka meminjamkan kompor, lalu menawarkan sebagian dari kami beristirahat di tenda mereka.

Sekitar jam 10 malam terdengar seruan yang familiar. THANKS GOD teman-teman kami tidak jadi turun! Mereka sangat lama karena ada yang kram di jalan, dan untunglah pendaki yang memberi kabar salah mempersepsikan mereka dengan kelompok dari Bandung yang lain. Dengan lega kami membongkar kerir mereka, mendirikan tenda, lalu kami semua langsung beristirahat.

31 Desember 2012

Hari bersantai! Kami berleha-leha di camp, membaca buku, membuat api unggun, ngobrol ngalor ngidul. Asyik sekali rasanya menikmati alam pegunungan. Love it so much!

IMG_0135

IMG_0194

Silly boys~

IMG_0267

Cara makan gunung-lesehan seabregan di atas trash bag

Sore menjelang malam semakin banyak pendaki yang mendirikan kemah. Kegelapan malam tiba, dihiasi terangnya sejumlah api unggun di beberapa titik. Banyak orang asing yang ikut bergabung, seperti biasa gunung memang mendekatkan manusia satu sama lain. Jam 9 malam para wanita pergi tidur. Saya lalu pindah ke tenda cowok, mengobrol sambil menikmati nutrisari hangat dan nutrijell-nata de coco ditemani rintik hujan.

Beberapa jam kemudian…

HAPPY NEW YEAR 2013!!! Tengah malam tiba!! DHUAR! DHUARR!!! Banyak kembang api meledak di angkasa. Beberapa rombongan membawa beragam kembang api. Bumi perkemahan yang sepi pun mendadak riuh. Orang-orang keluar dari tenda, saling mengucapkan selamat tahun baru, berfoto-foto, lalu pergi ke pinggir jurang melihat kota di kejauhan.

IMG_0358

IMG_0377

Happy New Year 2013!!

1 Januari 2013

Summit Attack! Akibat logistik senter yang tidak memadai kami baru berangkat ke puncak saat hari sudah terang. Kami memasak krim sup, dengan angan-angan ingin memasak makanan berat di puncak. Pagi tahun baru terasa sangat segar. Langit pun cerah, menambah semangat menyongsong masa depan! *ceilah*

IMG_0453

Jam 9 kami memulai perjalanan menyusuri jalur ke puncak. Jalurnya tidak berbeda jauh dari kemarin, sedikit berbatu dan terus menanjak, sesekali datar saat melewati punggung bukit. Di tengah jalan mendadak awan datang, menjadi hujan deras yang tak kunjung usai. Beberapa teman yang mengenakan jaket justru semakin kedinginan karena jaket yang basah. Saran saya lebih baik jangan mengenakan jaket saat hujan, karena toh pergerakan akan membuat tubuh hangat. Aku sangat bersyukur bertemu rombongan pendaki lain  yang tiba-tiba memberikan ponco plastik pada saya, kalau tidak entah bagaimana nasib saya karena ponco saya sudah robek. Tuhan memberkati siapapun anda mas. 😀

IMG_0488

IMG_0494

Kabut sangat tebal, hanya sedikit kesempatan kami memperoleh pemandangan. Tapi sepertinya Merbabu gunung yang sangat indah di musim panas 😀

Sepertiga jalan menuju puncak kondisi beberapa teman semakin parah. Mereka menggigil keras dan tampak pucat karena kedinginan. Kurangnya asupan gizi sebelum berangkat tampaknya sangat berpengaruh. Akhirnya di tengah hujan kami berhenti sejenak untuk memasak teh panas, karena takut ada yang pingsan kalau nekat dilanjutkan. Semakin ke puncak bebatuan semakin besar, di beberapa tempat ada jalur tebing yang cukup sulit dilalui. Mbah dan Dadan sangat berperan besar disini untuk membantu semuanya melintas dengan selamat. Setelah perjuangan yang lama, belajar untuk tidak egois, saling menolong agar dapat selalu bersama-sama, akhirnya…… PUNCAK KENTHENG SONGO!!!!

WOW! I’m so proud with this team!!! Tidak semuanya pernah naik gunung, tidak semuanya kuat, tidak semuanya pemberani, tapi semuanya bisa mencapai puncak bersama-sama! Rasanya ini pendakian paling emosional secara komunal yang pernah saya lalui. No one left behind. Kami langsung saling berpelukan di puncak, menyambut yang datang dengan senang, berteriak bersama, dan beberapa menangis terharu. Luar biasa, kalian hebat! :’D

IMG_0535

Detik-detik menuju puncak

IMG_0557

PUNCAKKK!!!!!

Kami sampai puncak sekitar jam 2 siang. Memasak ramen disini tinggal angan-angan belaka. Karena angin dan hujan yang masih besar, kami langsung turun ke bawah. Saya sebenarnya ingin ke kedua puncak lain yang jaraknya dekat, namun melihat kondisi sepertinya lebih baik kalau kami langsung turun ke bawah. Perjalanan turun tidak lebih mudah daripada naik. Ada yang takut ketinggian, ada  yang harus ngesot saat turun, dan waktu yang dihabiskan sama lamanya. Hari mulai gelap. Entah mengapa kami jadi terpisah dua, 9 orang di depan, 3 orang di belakang termasuk saya.

Saya sempat kesal karena saya menitipkan headlamp saya ke Iki, dan kami tidak membawa senter lain. Alhasil saat malam tiba kami terpaksa berjalan dalam kegelapan. Hutan pegunungan di malam hari yang gelap gulita sangat menakutkan, terlebih jalur berlubang-lubang dengan sesemakan berduri di kiri-kanan. Kami saling berpegangan tangan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Setiap beberapa langkah kami terjatuh, tergores dan terbentur pepohonan. Merasakan ‘buta’ ternyata sangat mengerikan kawan.

Jam 8 malam barulah kami berhasil mencapai camp, untung jalur cukup jelas dan tidak bercabang. Sampai camp kami disambut dengan kabar Ines pingsan, seorang teman pun membuat adegan India-sumber air terjadi. Malamnya Dini asma, dia tidak membawa obat sehingga kami kelabakan menanganinya. Intinya malam ini berbeda 180 derajat dari kegembiraan sebelumnya. Penuh masalah dan hal-hal mengkhawatirkan.

2 Januari 2012

Camp nyaris kosong. Sebagian besar pendaki tidak melanjutkan ke puncak. Mereka merayakan tahun baru di pos 2, lalu langsung turun. Suasana jauh lebih baik, kami banyak berkelakar tentang kejadian kemarin yang ‘wah’.

Jam 11 siang kami selesai packing dan turun melalui Wekas, tidak jadi ke Selo apalagi lanjut Merapi. Setelah melalui pos 1 hampir sampai ke bawah kami berpapasan dengan tim sar. Mereka mencari orang bernama Muhammad Ibrahim katanya. Kami langsung menunjuk Memes, tapi nama panjangnya Ibrahim Ukrin tidak ada Muhammadnya. Kami pun dengan polosnya menyarankan tim sar untuk mencari ke atas, karena sebelum turun kami sempat bertemu dengan beberapa orang yang menuju puncak.

Sekitar sejam kemudian tim sar kembali turun dan mengejar kami. Mereka menunjukkan daftar nama yang dicari dan.. ITU NAMA-NAMA KAMI! Astagahhhh,, ternyata si timsar salah menyebut nama. Lalu dia bilang orang tua Ibrahim a.k.a Memes cemas dan menghubungi tim untuk melakukan pencarian. Kami memang terlambat turun sehari, tapi tidak tersesat seperti sangkaan timsar serta media. Yes, media. Saat kami sampai pos beberapa media sudah stand by untuk mewancarai dan foto-foto. Wuidihh,, berasa artis banget! Hahaha. Sayangnya media memang selalu mem-blow up berita, nama almamater pun menjadi korban. Buat yang bertanya-tanya tentang kasus 11 pendaki ITB yang tersesat di Merbabu, itu tidak benar. Kami tidak tersesat, bahkan anak ITB hanya berempat bersama teman-teman dari UNPAD dan Taman Harapan disertai mas pong dan simbah sang kuncen Merbabu.

IMG_0649

Ibrahim si anak hilang

IMG_0658

Eaa, sekalinya naik dicariin timsar

IMG_0682

Salah satu koran yang judulnya ‘cukup benar’, sementara yang lain kekeuh kami tersesat dan kehabisan logistik di puncak Merbabu. Ohplis ._.’

Advertisements