Untitled

by mylittlecanvas

Okayy,, terlalu banyak ngobrol mungkin bukan mendapat solusi, malah bikin semakin kalut. Pada dasarnya saya suka mengobrol. Tentang apa saja, dengan siapa saja. Manusia itu bermacam-macam, unik menurut isinya masing-masing. Orang yang hidup bebas itu unik, sama uniknya dengan orang yang betah kerja kantoran 7-5 setiap hari. Masalah yang mana menyenangkan dan yang mana menyedihkan itu urusan lain.

Mimpi, tujuan, keyakinan, kemampuan dan parameter orang pun berbeda-beda. Baik yang menjalani takdir apa adanya atau yang berjuang mencapai mimpi, semuanya memiliki lebihnya masing-masing apapun alasannya. Menurut saya melakukan semuanya secara sadar itu penting, tapi kesadaran yang seperti apa? Setiap orang memiliki kesadaran yang berbeda, tergantung apa yang sudah dia lalui, yang dia baca, yang dia dengar, atau yang dia rasa. Sampai saat ini saya mencoba berlaku mengikuti kata hati. Walaupun belum tahu apa yang hati saya inginkan, kata ‘iya’ dan ‘nggak’ pasti terasa. Iya bukan berarti selalu senang, bisa saja kondisi susah justru membentuk kata ‘iya’ ini.

Dan kalau saya sampai saat ini masih galau masa depan, ya mungkin karena banyak ‘iya’ dan ‘nggak’ yang saling berbenturan. Labil memang, tidak bisa melepaskan semuanya untuk memilih satu saja. Tapi terkadang dunia terlalu riuh untuk hanya dipilih salah satu. Bisa jadi saya memang belum tahu hati saya mau kemana, itu pun kalau saya punya. Sebenarnya apa sih hati? Apa itu cinta? Apa itu jiwa? Toh belum ada makna universal yang dapat menjelaskan, sekedar dogma yang diturunkan pun tak ada. Semua memiliki makna subjektif tergantung apa yang dirasakan, dan balik lagi yang dirasakan sudah pasti berbeda-beda.

Manusia memang egois. Apapun alasannya semua yang dilakukan dilakukan untuk dirinya sendiri. Bahkan ketika menolong orang tanpa pamrih, mungkin itu untuk memenuhi hasrat kebaikan dalam dirinya. Mimpi, angan, dan keinginan bisa saja semuanya hanya demi ‘mencari dirinya yang hilang’, kata seorang teman. Otak, akal budi, atau apapun kau menyebut perbedaan utama manusia dengan makhluk lain memang sesuatu yang luar biasa, namun juga menyusahkan karena itu membuatmu berpikir, lalu sadar, dan menjadi susah. Seperti kata teman yang satu lagi, “Tuhan menciptakan manusia untuk menyembah-Nya, tapi juga memberinya otak. Jadilah banyak yang ateis.”

Halah,, sudahlah. Tulisan apa ini? Galau nan kacau dengan tata bahasa yang buruk. Sekedar ngasal menumpahkan isi kepala. Abaikan.

Advertisements