Lombok Beaches, one of the best in the world

by mylittlecanvas

Saya sangat mencintai pantai-pantai Lombok. Selain bersih dan birunya luar biasa, pantai Lombok masih sepi dan cocok untuk tempat bersantai, beda dengan pantai-pantai Bali yang mulai kotor dan penuh sesak dengan manusia.

Awal bulan Oktober saya berlibur dengan beberapa orang teman ke Lombok dan Bali. Peserta kali ini adalah Tico, Wendy dan Grace, teman sekolah saya, lalu ada Dika dan Mas Che, dua orang dari Backpacker Indonesia yang ikut dalam trip.

Hari pertama, kami menyewa mobil untuk mengelilingi Lombok. Pantai Kuta, Novotel, dan Tanjung Aan terletak di deretan yang sama di bagian selatan Lombok. Tanjung Aan memiliki pasir yang unik, pasir berukuran sebesar merica dan pasir halus berwarna putih gading terletak berdampingan sepanjang pantai. Ada beberapa tebing yang dapat didaki untuk melihat view berbeda. Saya, wendy, dan tico langsung mengeluarkan kamera masing-masing dan berfoto ria di sepanjang pantai. Tidak ada orang lain selain kami, yang membuat kami merasa seolah memiliki pantai pribadi. Semoga dalam beberapa tahun ke depan Lombok masih sepi turis seperti sekarang ;p

Ini adalah kali kedua saya ke Lombok, dan saya masih terpukau menatap biru laut itu, kontras menyapu putihnya pasir yang bersih. Tidak ada sampah sama sekali di laut, dan suhu air yang suam-suam kuku sangat mengundang untuk dimasuki.

Selesai menyusuri pantai selatan, kami mengunjungi Suku Sasak di Desa Sade. Selesai berkeliling disana kami ke deretan Senggigi-Malimbu untuk menikmati tenggelamnya surya. Sunset yang sangat romantis di pantai sepi, tinggal membawa si dia untuk melengkapi senja hari itu #eh.

Rencananya malam itu kami langsung lanjut ke Bangsal, tapi karena satu dan lain hal, kami akhirnya menginap di rumah Pak Udin, supir mobil yang kami sewa. Beliau sangat baik dan sabar menemani kami berkeliling. Keesokan harinya barulah kami menuju Bangsal untuk menyebrang ke Gili Trawangan.

Gili memberikan sensasi tersendiri. Pulau ini penuh kenyamanan. Suasana liburan terasa di segenap pulau mulai dari bungalow-bungalow cantik, cafe-cafe yang dipenuhi kursi serta bantal untuk bergoler sesuka hati, dan sepeda-sepeda yang melenggang santai menyusuri pantai. Beberapa turis tampak asyik berenang dan snorkeling di air yang biru.

Penginapan dan harga makanan di Gili cukup murah dibandingkan Bali. Kami menginap di Bungalow Polos, tempat yang nyaman dan bersih. Tempatnya tidak terlalu jauh dari mesjid utama, sekitar 10 menit berjalan kaki dari pantai. Mas Aweng, si penjaga penginapan pun sangat baik, dia membantu menunjukkan dan menyewa barang-barang yang kami butuhkan disana. Dengan harga 30.000/orang semalam, tempat ini sangat recommended untuk dipilih.

Budget Lombok (exclude tiket pp Bandung-Bali, makan, dan belanja2) :

Airport tax Husein Sastrtanegara : Rp 25.000,-
Sewa mobil Ngurah Rai-Padang Bai : Rp 150.000,-
Ferry Bali-Lombok : Rp 36.000,-
Sewa mobil Lombok/12 jam (include bensin) : Rp 300.000,-
Perahu ke Gili Trawangan : Rp 10.000,-
Sewa sepeda/hari : Rp 25.000,-
Sewa alat snorkel/hari : Rp 25.000,-
Penginapan di Gili Trawangan : Rp 100.000,-/malam (bisa untuk 3 orang, atau 4 orang dihitung 30.000/orang)
Sewa mobil Bangsal-Lembar : Rp 180.000,-
Angkutan Padang Bai-Kuta : Rp 40.000/orang
Sewa mobil Bali : Rp 350.000,-/12 jam
Taxi Kuta-Ngurah Rai : Rp 25.000,- (mending naik yang taksi bali, blue bird mahal bisa 2x lipatnya)
Airport tax Ngurah Rai : Rp 40.000,-

Advertisements