Sebel!

by mylittlecanvas

Kegagalan selalu terasa menyakitkan. Apalagi kalau sudah banyak pengorbanan yang dilakukan.

Ketidak pedulian untuk mengikuti kata hati, kebutaan untuk melihat tanda-tanda, membuat kegagalan ini terasa semakin bodoh. Penyesalan memang selalu datang terlambat, tapi rasanya konyol kalau membiarkan sesal ini menjadi penguasa.

Don’t regret regret. Sebuah topik yang dibawakan dalam suatu video diskusi. Saya suka quote yang diberikan sebagai kesimpulan :

We need to learn to love the flawed, imperfect things that we create and to forgive ourselves for creating them. Regret doesn’t remind us that we did badly. It reminds us that we know we can do better.

Tapi sekarang, saya hanya ingin mengumpat dan berteriak “F*CK THIS F*CKING WORLD! I DON’T EVEN GIVE ANY DAMN TO YA!” Kesal itu wajar, lebih baik berteriak-teriak seperti orang gila selama 5 menit daripada galau semingguan. Yah, mungkin bukan 5 menit tapi seharian, namun tetap saja itu lebih baik daripada terus dipendam dalam hati (buat saya).

Today is a bad day, but tomorrow is a new adventure. Finish the tear and sadness tonight, and let’s make something better next morning!

Advertisements