Sekedar Berkeluh-kesah

by mylittlecanvas

Beberapa hari terakhir ini saya berbincang dengan beberapa senior yang sudah terlebih dahulu mencicipi dunia seni. Mendapat jawaban? Iya. Sama banyaknya dengan pertanyaan yang terus bermunculan. Belum lagi kegalauan akan ketidak pastian.

Saya suka melukis. Mencintainya bahkan. Tetapi saya bingung, rasanya sulit menggantungkan hidup dalam profesi ini. Lupakan soal booming seni tahun 2007 kemarin, toh sekarang yang harus dihadapi adalah kelesuan pasar. Bukannya saya sangat perhitungan dalam mengerjakan hal yang saya suka. Namun hidup harus realistis bukan? Bertahan untuk tidak menjadi skeptis pun merupakan peer tersendiri.

You even haven’t try. Kata-kata itu selalu terngiang saat saya ingin membanting setir, seperti bekerja di korporat misalnya. Mungkin saya memang terlalu malas, atau takut dengan dunia yang tampaknya rumit itu. Beberapa kalimat dari orang-orang yang saya hormati sangat mengangkat semangatku, dan bila saya bertahan, sebagian mungkin karena bantuan kalimat-kalimat tadi.

Lalu ada juga petanda. Kadangkala ada petanda-petanda yang datang hampir bersamaan dan mengarah kepada hal yang sama. Email yang terlambat dibaca, pemberitahuan mendadak suatu finalis, seorang teman yang mengajak mengerjakan proyek yang saya inginkan, menemukan blog perjalanan impian, dan sebagainya.

Kemudian saya jadi bertanya-tanya, mungkin saya tidak boleh bekerja mengikuti arus seperti kebanyakan orang pada umumnya, mungkin mengejar mimpi lebih berharga daripada segepok uang, dan mungkin kebebasan ini memang lebih berharga daripada sebuah ikatan kontrak.

Advertisements