Who are You?

by mylittlecanvas

Kok lo bisa sih kerja tanpa dibayar? Memang bakal bener-bener ya ngelakuinnya?

Aku terpana.

Ya kalau gue sih ga bisa disuruh sesuatu tapi ga ada timbal baliknya.

Dengan heran kutatap orang di sampingku. Mendadak sosok itu tampak begitu asing.

Perlahan aku mencoba menjelaskan tentang passion padanya, yang dimentalkan oleh slogan hidup itu butuh duit. Percuma pula kucoba jelaskan betapa nikmatnya melihat senyum malaikat kanak-kanak, betapa menggembirakan mendengar tawa lugu dan celotehan polos bocah-bocah itu, karena dia bukanlah pengagum mereka.

Lalu aku teringat perbincangan dengannya sehari sebelumnya. Tentang achievement.

Kalau buat lo naik gunung itu achievement lor?”

“Bisa jadi, gue ngerasa ngedapatin banyak hal di gunung.”

“Tapi buat apa gitu? Kan cape, kenapa ngga pergi ke tempat yang gampang dicapai sama kendaraan sih?”

“Gimana ya? Sama aja kaya lo beli hape pake duit ortu sama lo beli pake uang kerja keras lo. Sensasinya beda kan?”

“Ngga ah, sama aja. Soalnya kalau gitu achievement gue ketika gue bisa ngebujuk bokap buat ngasih duit 3 juta. Toh akhirnya bisa dapet hape yang sama.”

“Terserah deh. Yang jelas gue suka banget pemandangan dan aura gunung.”

“Ya sudah sih, tinggal naik helikopter ke puncak juga beres.”

Aku menghela napas. Sepertinya perdebatan ini tidak ada gunanya lagi dilanjutkan, karena pada dasarnya aku dan dia mungkin berbicara dalam bahasa dan akar yang berbeda.

Advertisements