Apa kabarmu teman?

by mylittlecanvas

Aku pernah kesal padamu.

Entah karena apa, mungkin hanya karena perselisihan sepele ala anak kecil. Atau mungkin juga karena aku sebal melihatmu yang begitu ceria menarik perhatian. Dasar caper, begitu pikirku saat itu.

Kita pernah begitu dekat, sangat dekat malah. Berbagai cerita saling ditukar. Surat-menyurat diam-diam di kelas terasa mengasyikan, kebiasaan yang terlupakan saat kita mulai menjauh.

Dan aku menyesal.

Bahkan ketika aku jutek padamu, kau tetap menganggapku teman. Kau mengajakku mendaftar ke fakultas seni rupa bersama, mendesakku dan mengingatkanku jadwal pembelian formulir yang kian dekat. Dan ketika aku diterima sedangkan kau tidak, kau masih tersenyum dan bertekad untuk mencoba tes lagi tahun depan.

Saat ini aku sedang menyusun tugas akhirku Jes, dan kurasa namamu yang berhak tertulis di bawah keluargaku dalam ucapan terima kasih. Karena tanpa doronganmu waktu itu, mungkin aku tidak akan berada disini sekarang, dan aku tidak akan menjadi aku yang sekarang ini.

Maaf, dan terima kasih.

Itu kalimat yang sangat ingin kuucapkan padamu. Dan seandainya bisa, mungkin aku akan menulis surat tentang ceritaku di kampus, sesuatu yang sangat ingin kau jalani dulu.

Seandainya saja mereka menyediakan layanan pos menuju surga..

Advertisements