Labirin Penyesalan

by mylittlecanvas

Terkadang, hal yang paling kuinginkan di dunia adalah mengulang waktu.

Rasanya sangat sering aku melakukan kebodohan, hal memalukan, atau justru tidak melakukan apa-apa di saat diperlukan.

Seperti hari ini saat mentari masih rendah menggantung di ufuk timur, sedikit momen yang kuhabiskan bersama si dia membuatku senang, namun kenapa tidak kumanfaatkan kesempatan selanjutnya?

Atau siang tadi, saat ucapan kasar saling terlontar dengan sengit, mengisi perdebatan tiada akhir yang dipenuhi alasan pembenaran diri. Lenyap sudah segala kedewasaan, hanya amarah dua orang bocah yang tersisa.

Tadi sore pun tak kalah bodohnya. Bukannya mengucapkan kata-kata yang tepat untuk membereskan suatu persoalan, aku malah berlama-lama menunggu waktu yang tepat, dan ternyata malah terjadi miskomunikasi yang tidak perlu.

Rasa kesal, malu, atau tidak enakan sangat sulit untuk dihilangkan begitu saja, tidak semua orang bisa menghiraukannya dengan mudah. Bersyukurlah kalau kau salah satu yang bisa bebas mengungkapkan pikiran sesukanya, karena aku kerap merasa banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum diungkapkan. Lame? Mungkin. Membohongi diri sendiri? Bisa saja.

Sebenarnya akhir-akhir ini aku merasa terganggu dengan komunikasi melalui media sosial atau pesan singkat di handphone, lebih baik bertatap muka untuk membicarakan sesuatu, karena aku (mungkin) tahu apa yang sesungguhnya ingin disampaikan. Atau setidaknya aku tahu emosi lawan bicaraku. Sedang senangkah? Marah? Terganggu? Bercanda? Serius? Sedikit kemungkinan terjadi ambiguitas atau kesalahpahaman sepele.

Dan perempuan, adalah makhluk yang labil. Aku sangat mengakui itu, apalagi bila banyak masalah datang tepat dalam periode tertentu, dimana emosi kami acapkali naik dan turun secepat kilat menyambar. Itu bukan hanya mengganggu bagi kaum adam yang sudah memiliki pasangan, seperti yang dikeluhkan seorang temanku tadi siang, namun juga  menyebalkan untuk kami sendiri. Kami tidak menikmati kelabilan itu, percayalah.

Tetapi penyesalan memang selalu datang terlambat. Mungkin waktu terus berjalan untuk membuat manusia memahami rasa sesal ketika dia menyadari kesalahannya, dan bisa berjuang untuk memperbaikinya.

Advertisements