Debar Sialan

by mylittlecanvas

*N.b : Ini hanyalah post berisi curhatan galau yang sebenarnya tidak penting*

 

Pengalaman dan perasaan yang aneh.

Ya, aneh. Berawal dari pertemuan aku dan temanku dengan lelaki itu.

Biasa saja sebenarnya, kami sedang membayar buku di kasir lantai bawah, lalu tiba-tiba ada seseorang muncul di sebelah kami. Dimana letak harddisk mbak? tanyanya. Si mbak kasir menyahut bahwa mereka tidak menjual hard disk.

Yang berbeda adalah mendadak aku merasa aneh. Lelaki di sebelah terasa sangat menarik. Bukan secara fisik, meskipun tampangnya memang lumayan dengan sedikit sentuhan blasteran ala Eropa Timur. Tetapi karena.. entahlah,, aku tidak bisa mendeskripsikannya dengan kata-kata.

Selesai membayar kami keluar, pindah ke bangunan belakang untuk melihat-lihat ransel. Temanku menyenggolku. Aku menatapnya, dan dia membalas tatapanku dengan senyum penuh arti. Sedetik kemudian aku menyadari, dia merasakan hal yang sama denganku.

Kami tertawa terbahak. Lelaki itu memancarkan daya tarik universal rupanya.

Menarik banget sih dia?

He eh.

Kenalan gih lo!

Yakali, malu-maluin banget, haha

Sampai di tempat tas kami masih saja membicarakan lelaki itu.

Eh, balik lagi apa?

Ngapain? Lo mau ngeceng, lagi?

Ayolah, sekali-sekali gapapa alay ;p

Dan itulah yang kami lakukan, bergegas kembali seperti dua anak smp yang menstalker kecengannya kesana kemari. Bodoh kali bila dipikir-pikir sekarang.

Lelaki itu tidak ada di lantai satu tempat kami bertemu dengannya, tidak pula di lantai dua, lantai dua setengah, dan lantai tiga. Dengan kecewa kami kembali ke bangunan belakang, melanjutkan mencari ransel seperti tujuan semula.

Seperti kemunculan pertamanya, saat kami masuk bangunan mendadak dia muncul entah dari mana, berjalan pelan diantara jejeran tas. Dan perasaan aneh itu terasa lagi. Panas dingin, deg-degan, keinginan melihat dia lebih lama lagi (meskipun itu harus dilakukan dengan diam-diam). Damn! Apaan sih ini? Dalam hati aku sudah yakin saja dia pasti menggunakan susuk. Banyak cowok lebih ganteng yang sudah kutemui, tapi toh hampir tidak ada yang bisa membuatku deg-degan seperti ini.

Aku dan temanku kembali saling menatap dan tersenyum seperti orang tolol. Aih, tampak mukanya agak memerah. Kami bahkan sebal dengan dua mbak-mbak toko yang terang-terangan mengikuti si lelaki itu kemana pun dia melangkah, terlihat menjelaskan dengan rajin. Hey, padahal kami yang sama-sama konsumen ini dihampiri pun tidak.

Setelah mengulur waktu dan tetap saja tidak menemui keberanian untuk mengajak kenalan, dengan berat hati kami meninggalkan toko itu.

Sepuluh menit berselang, sambil makan eskrim di salah satu cafe dekat situ, aku dan temanku mencoba menganalisis mengapa lelaki yang baru kami jumpai itu terasa sangat ‘menarik’. Tampang? Sedikit, tapi biasa saja. Body? Hmm, lumayan. Tapi masih standarlah. Suara? Agak serak-serak basah memang, tapi tidak istimewa.

Lalu kami sampai pada pembahasan hormon. Mungkinkah lelaki itu dikaruniai bakat untuk memancarkan feromon yang kuat? Mungkin dia seperti Lara Stone yang tampangnya biasa saja namun bisa menjadi model papan atas karena memiliki daya tarik istimewa? Apa yang menyebabkan hal itu ya? Apakah daya tarik adalah sesuatu yang bisa dimanipulasi? Atau itu sekedar bakat alam yang dengan iseng diberikan kepada segelintir orang?

Ada yang dapat menjelaskan? Anyone? 😉

Advertisements