Catatan Perjalanan Waisak 2012 di Jogja part #1

by mylittlecanvas

Sebulan yang lalu saya membaca sebuah artikel tentang perayaan Waisak di Borobudur. Cerita dan foto-foto di artikel tersebut sangat menarik, sehingga saya ingin melihatnya langsung dengan mata kepala sendiri. Setelah banyak ajakan, persetujuan simpang-siur, pembatalan, akhirnya sebelas orang fix bergabung untuk berangkat bareng ke Jogja.

Seperti biasa, kami memesan tiket pulang-pergi pada H-7 sebelum keberangkatan untuk memastikan mendapatkan tiket kereta ekonomi yang sekarang dijual terbatas.

Pergi Jumat (4 Mei 2012) naik  Kereta Kahuripan, berangkat dari Bandung jam 20.40, sampai Jogja sabtu pagi jam 06.45 (Rp 35.000,-)

Pulang Senin siang (7 Mei 2012) menggunakan Kereta Pasundan, dari Jogja jam 12.15, sampai Bandung jam 22.30 (Rp 35.000,-)

Sabtu (5 Mei 2012)

Hari pertama begitu sampai kami langsung check in ke Hotel Pariwisata di jalan Pasar Kembang. Karena takut kehabisan penginapan, kami titip ke salah seorang teman di jogja untuk membooking hotel, dan kebetulan hotel itu yang didapatnya. Dengan tarif yang cukup mahal (150.000/malam up to 4 orang), ternyata hotel tersebut tidak sebaik yang kami sangka. Pesan saya; jangan pernah menginap di hotel ini kecuali tidak ada pilihan lain. Selain lokasinya yang lumayan dari pusat Malioboro, hotelnya pun jorok dan tidak nyaman ditinggali.

Sabtu ini sebenarnya ada acara pengambilan api suci Waisak di candi Mendut, namun berhubung yang kami ingin lihat adalah acara puncak detik-detik Waisak, kami memutuskan untuk caving di Gua Pindul, Gunung Kidul.

Karena lokasi yang sulit dicapai dengan kendaraan umum, 9 orang dari kami memutuskan menyewa mobil. Harga sewa untuk 10 jam kurang lebih 400 ribu (200 mobil + 100 supir + 100 bensin). Setelah perjalanan sekitar 2 jam, sampailah kami di lokasi. Ada 4 wahana yang tersedia dengan kisaran harga Rp 30.000,- sampai Rp 45.000,-. Kami memilih wahana naik ban melintasi sungai selama 45 menit melewati gua berstalaktit dan stalakmit, yang berakhir di bebatuan karang yang bisa dipakai untuk meloncat ke air.

Menurut saya wahana ini sangat menarik, pantas dicoba terutama bagi anda yang belum pernah caving

Sorenya hujan deras membuat perjalanan kembali menjadi sangat lama karena macet. Menjelang isya barulah kami sampai di Malioboro. Tadinya kami berencana untuk pergi ke Borobudur untuk survey trek dan melihat keadaan, namun karena waktu yang terbatas akhirnya kami pergi ke alun-alun selatan tempat pohon randu kembar yang sudah terkenal mitosnya. Di alun-alun banyak terdapat sepeda dipenuhi lampu berwarna-warni membentuk karakter kartun. Lucu banget! Kami kegirangan melihatnya, dan menyewa sepeda besar bertingkat untuk 9 orang (25.000/putaran).

Beres bermain ria kami makan malam di sekitar Malioboro. Harga makanan disini sudah seperti di Bandung, sulit menemukan makanan murah seperti dulu. Sekitar tengah malam, kami bergegas kembali ke hotel untuk mempersiapkan stamina buat hari esok.

Minggu (6 Mei 2012)

Kami meninggalkan hotel jam 7 pagi, karena perjalanan dari Malioboro ke Borobudur menghabiskan waktu sekitar 2 jam. Setelah naik TransJogja menuju Terminal Jombor (Rp 3.000,-), kami melanjutkan naik bus jurusan Magelang (Rp 15.000,-) sampai pertigaan menuju Candi Mendut.

Saat kami sampai sekitar pukul setengah 10, jalanan mulai ramai. Kelompok orang tampak berbondong-bondong menuju Candi Mendut. Tersedia juga delman-delman bagi yang malas jalan kaki kesana. Kami berjalan sekitar 15 menit ke Candi Mendut, dan saat kami tiba upacara sudah dimulai. Ratusan biksu dan bikuni memadati tenda mengarah ke patung Budha emas di depan panggung, diikuti oleh banyak umat yang bersila di belakang barisan Biksu. Ritual berlangsung hikmat, meskipun banyak fotografer dan turis pengganggu (termasuk kami) yang lalu-lalang melihat-lihat serta memotret, bahkan banyak yang tidak tahu diri sampai menghalangi umat yang sedang beribadah.

Upacara di Candi Mendut

Upacara detik-detik waisak berlangsung sekitar 1,5 jam. Perlu diperhatikan bahwa waktu detik2 waisak berbeda dari tahun ke tahun, lebih baik dicek dulu jadwal upacara bila anda ingin menghadirinya (jadwal biasanya bisa dilihat di http://www.walubi.or.id)

Jadwal Waisak 2012

Selesai upacara dan istirahat makan siang, sekitar jam 1 siang iring-iringan pawai mulai berangkat dari candi Mendut menuju Borobudur. Cuaca yang panas membuat perjalanan terasa cukup melelahkan. Pawai ini memakan waktu kurang lebih 2,5 jam. Riuhnya suasana dan banyaknya penonton yang memadati jalanan membuat arak-arakan berjalan lambat, namun cukup memberi waktu untuk mengambil foto sesuka hati 😀

Kerumunan penonton yang memadati pinggir jalan

bersambung ke part #2


Advertisements